invisible hit counter

Mengatasi Kembung pada Bayi dengan 8 Cara Mudah

Mengatasi Kembung pada Bayi dengan 8 Cara MudahPerut kembung membuat hampir semua bayi merasa tidak nyaman serta rewel dan bahkan mempengaruhi aktivitas menyusui, untuk itu Anda sebagai ibu biasanya akan cepat-cepat mencari cara mengatasi kembung pada bayi. Meskipun perut kembung adalah salah satu masalah pada sistem pencernaan yang umum dijumpai (sekitar 70% bayi mengalami perut kembung) dan dapat menyerang bayi, balita, maupun anak pada usia berapapun, perut kembung biasanya lebih mengganggu pada bayi baru lahir hingga usianya 1-4 bulan, karena pada usia yang masih rentan tersebut usus bayi masih dalam tahap perkembangan. Lebih jauh lagi, sebagian bayi ketika mengalami perut kembung tampak lebih menderita daripada yang lain karena pengaruh faktor lingkungan.

Anda dapat melihat apakah bayi Anda mengalami perut kembung dari beberapa tanda dan gejala, antara lain bayi sendawa, cegukan, atau memuntahkan kembali minuman (gumoh) terlalu sering. Sendawa adalah cara alami untuk meredakan penumpukan gas dalam perut, dan Anda pun dianjurkan untuk menyendawakan bayi setelah menyusuinya. Akan tetapi sendawa, cegukan, atau gumoh yang terlalu sering dapat menjadi pertanda adanya terlalu banyak udara dalam perut bayi.

Bagaimana Cara Mengatasi Kembung pada Bayi dan Balita?

Perut kembung pada bayi dapat diakibatkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah cara menyusui yang kurang tepat. Pelekatan bayi yang kurang sempurna pada payudara ibu ketika menyusui dapat menyebabkan udara tertelan yang mengakibatkan perut kembung. Menangis, khususnya apabila bayi menangis dalam waktu yang lama karena terlalu lapar juga dapat menyebabkan bayi menelan udara yang membuat perutnya kembung. Cara mengatasi kembung pada bayi haruslah mempertimbangkan kedua penyebab utama ini.

Selain itu, perut kembung dapat pula disebabkan oleh ketidakseimbangan mikroba dalam sistem pencernaan, kurang sempurnanya sistem pencernaan bayi, alergi makanan (apabila bayi Anda sudah mulai mendapat makanan pendamping ASI), atau menyusu terlalu banyak. Apabila bayi menyusu terlalu cepat, akan memproduksi kelebihan laktosa dan meningkatkan gas dalam perut akibat pemecahan laktosa yang terlalu banyak. Untuk itu, beberapa cara mengatasi kembung pada bayi antara lain:

  • Perhatikan pelekatan bayi

Ketika menyusui, pelekatan bayi pada payudara ibu harus tepat. Tidak hanya untuk mencegah perut kembung, namun juga agar ASI dapat terserap dengan sempurna, menjaga produksi ASI agar tetap banyak, dan agar puting payudara ibu tidak lecet. Seperti yang dilansir dari website resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia, pelekatan yang benar adalah dagu bayi menempel ke payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar, sebagian besar areola ibu terutama yang berada di bawah masuk ke dalam mulut bayi, dan bibir bawah bayi tampak terlipat ke luar.

Selain itu pipi bayi tidak boleh tampak kempot, karena itu berarti bayi tidak menghisap dengan baik. Juga tidak boleh terdengar bunyi berdecak karena itu berarti banyak udara yang tertelan oleh bayi (hanya boleh terdengar bunyi menelan). Kemudian ibu tidak kesakitan dan bayi tampak tenang. Itu artinya pelekatan bayi sudah benar.

  • Menyusui bayi pada sudut tertentu

Cara kedua untuk mengatasi kembung pada bayi adalah menyusuinya dengan sudut tertentu, yang paling optimal adalah posisi kepala dan leher bayi lebih tinggi dari lambung ketika ia menyusu. Dengan cara ini, ASI akan langsung mengalir ke bawah memasuki sistem pencernaan bayi, sementara gas yang ada di perutnya dapat terdorong ke atas.

Namun ingatlah untuk tetap mempertahankan posisi menyusui yang benar, yakni telinga, bahu, dan pantat bayi berada pada satu garis lurus serta dada dan perutnya menempel seluruhnya ke dada dan perut Anda (ketika bayi menyusu ia tidak dalam posisi berpaling).

  • Menyendawakan bayi usai menyusui

Para dokter anak menganjurkan agar setelah menyusui Anda menyendawakan bayi dengan posisi duduk (dengan satu tangan Anda menyangga dada dan leher bayi sementara tangan yang lain menepuk-nepuk lembut punggungnya). Namun sebagai alternatif lain, Anda pun bisa menyendawakan bayi dengan menggendongnya tegak lurus dengan dada dan perut bayi menempel ke samping dada, sementara kepalanya bertumpu pada pundak Anda. Jangan terlalu terburu-buru dalam menyendawakan bayi Anda, karena butuh waktu beberapa menit bagi gas yang ada di perutnya untuk keluar dari sistem pencernaan.

  • Tummy time

Cara berikutnya untuk mengatasi kembung pada bayi adalah membiarkannya tengkurap. Apabila bayi Anda sudah mulai tengkurap, begitu bangun tidur biarkan ia tengkurap dan amati saat ia melakukannya. Ketika tengkurap, pengaruh gravitasi memberikan tekanan lembut pada perut dan sistem pencernaan sehingga dapat menolong sistem pencernaan untuk mendorong keluar kelebihan gas yang ada di dalamnya. Selain membantu mengeluarkan gas, aktivitas ini juga dapat membantu menguatkan otot lengan dan leher bayi, sehingga dapat dikatakan bayi Anda mendapat lebih dari satu manfaat!

  • Pijat “I Love You”

Posisikan bayi Anda berbaring telentang, kemudian dengan sangat lembut pijat perutnya dengan gerakan searah jarum jam kemudian arahkan tangan Anda ke bawah lekukan perut bayi. Atau untuk lebih memudahkan, para perawat anak menganjurkan pijat “I Love You“, yaitu dengan menggunakan dua atau tiga jari dan berikan penekanan ringan di sekitar area perut membentuk huruf I, L, dan U. Ulangi beberapa kali untuk membantu mengeluarkan gas yang terperangkap dalam sistem pencernaan bayi.

  • Gerakan “bersepeda”

Cara lain yang dapat Anda coba untuk mengatasi kembung pada bayi yaitu dengan menggerakkan kaki bayi seperti seakan-akan ia melakukan gerakan bersepeda. Caranya cukup mudah. Cukup posisikan bayi Anda telentang, lalu gerakkan kedua kakinya perlahan-lahan ke depan dan belakang seperti gerakan naik sepeda. Gerakan ini akan membantu menstimulasi motilitas usus, yang pada akhirnya akan membantu meredakan perut kembung dan membuat bayi lebih nyaman. Anda juga bisa mengawalinya dengan memandikan bayi dengan air hangat terlebih dahulu agar ia makin nyaman.

  • Membatasi penggunaan empeng

Sebagian bayi mungkin merasa lebih tenang dengan menghisap pacifier atau empeng, terutama apabila mereka sudah mulai memasuki fase tumbuh gigi. Akan tetapi, apabila bayi merasa lapar, gerakan hisapan kuat pada empeng berpotensi membuat banyak udara tertelan oleh bayi dan setelahnya menyebabkan perut kembung. Untuk itu, pastikan menawarkan empeng pada bayi hanya untuk menenangkannya saja, jangan memberikan empeng pada bayi ketika ia lapar.

  • Menghindari makanan yang dapat menyebabkan gas

Apabila bayi Anda sudah mulai mendapat makanan pendamping ASI, perhatikan apakah ada jenis makanan tertentu yang biasanya membuat ia kembung. Ketika mulai mengenalkan makanan padat pada bayi, kenalkan satu jenis makanan terlebih dahulu lalu selama 3 hari untuk melihat apakah ia menunjukkan tanda-tanda alergi atau ketidakcocokan tertentu.

Selain cara mengatasi kembung pada bayi di atas yang dapat Anda praktikkan, Anda harus waspada apabila bayi menunjukkan gejala-gejala seperti muntah, tidak buang air besar, ada darah pada tinja, sangat rewel, dan demam. Bila bayi Anda menunjukkan tanda-tanda tersebut segera bawa ia ke dokter. Sebagian besar kasus perut kembung pada bayi normal dan dapat diatasi dengan mudah, namun dapat juga menjadi tanda-tanda awal gangguan sistem pencernaan yang lebih serius. Selamat mencoba dan semoga bayi Anda selalu sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *