invisible hit counter

Ketahui Berbagai Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Mudah

Ketahui Berbagai Cara Menghitung Usia Kehamilan yang MudahBagi seorang wanita hamil mengetahui cara menghitung usia kehamilan merupakan hal yang menggembirakan karena anda bisa mengetahui berapa usia sang buah hati dan bagaimana perkembangannya di dalam kandungan. Secara kasar kita biasanya menghitung usia kandungan  dengan melihat lamanya seorang wanita hamil tidak mengalami haid, akan tetapi cara tersebut belum tepat sepenuhnya.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan untuk menghitung usia kehamilan anda, mulai dari perkisaran berdasarkan waktu terakhir seorang wanita mengalami menstruasi hingga melalui sejumlah pemeriksaan fisik pada tubuh wanita hamil dan bahkan menggunakan berbagai teknologi. Mengetahui usia pasti kehamilan menjadi penting untuk dilakukan bagi pasangan suami-istri karena anda bisa ikut menstimulasi perkembangan janin dalam kandungan dari luar berdasarkan usia mereka. Untuk itulah di dalam artikel ini kami akan menyajikan beberapa teknik cara menghitung usia kehamilan yang biasa dilakukan, selamat membaca!

Berbagai Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Bisa Anda Ketahui

Berbagai teknik cara menghitung usia kehamilan baik manual maupun menggunakan teknologi akan memberikan hasil pemeriksaan yang tidak akan jauh berbeda dalam menentukan usia kandungan anda. Dalam artikel ini kami akan menyajikan cara menghitung usia kehamilan dalam minggu karena  tenaga kesehatan baik bidan maupun dokter akan melakukan hal yang sama dalam menyimpulkan usia kehamilan anda.

1. Metode kalender

Cara menghitung usia kehamilan yang pertama dan paling sederhana adalah dengan menggunakan metode kalender. Metode kalender sebenarnya adalah cara menghitung kehamilan dengan memperhitungkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) anda. Dengan metode kalender ini anda dapat memperkirakan berapa usia kehamilan anda dalam hitungan minggu dengan menggunakan faktor koreksi.

Cara menghitungnya pun tidak begitu sulit yakni dengan menentukan terlebih dahulu kapan tanggal HPHT anda, kemudian perkirakan berapa usia kehamilan dalam minggu dengan cara mengurangi waktu sang ibu diperiksa dengana waktu HPHT lalu kemudian hasilnya ditambahkan faktor koreksi. Adapun faktor koreksi untuk penghitungan metode kalender ini antara lain kehamilan 0-2 bulan faktor koreksinya 0, usia kehamilan 3-5 bulan faktor koreksinya 1 minggu, usia kehamilan 6-8 bulan faktor koreksinya 2 minggu dan untuk kehamilan 9 bulan ke atas faktor koreksi yang perlu ditambahkan adalah 3 minggu.

Contoh penghitungan usia kehamilan dengan metode kalender adalah sebagai berikut, seorang ibu datang melakukan pemeriksaan kehamilan pada 16 Juli 2016 dengan HPHT pada tanggal 10 April 2016. Pertama-tama perkiraan usia kehamilan ibu ini saat diperiksa adalah 3 bulan 6 hari, maka dalam hitungan minggu usia kehamilan ibu ini adalah 12 minggu. Faktor koreksi yang perlu ditambahkan pada usia kehamilan 3 bulan adalah 1 minggu, maka dengan kata lain perkiraan usia kehamilan sang ibu saat diperiksa adalah 13-14 minggu.

Selain sebagai cara menghitung usia kehamilan metode kalender ini juga digunakan untuk menghitung perkiraan waktu persalinan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan sebuah rumus yakni Rumus Naegele. Caranya adalah tentukan tanggal HPHT wanita hamil tersebut dan setelah itu tanggal haid ditambah 7, bulan haid dikurangi 3 dan tahun haid ditambah 1. Mudah bukan? Hanya saja cara menghitung perkiraan persalinan dengan rumus Naegele hanya dianjurkan untuk mereka dengan siklus haid yang normal yakni 28 hingga 30 hari sebelum hamil.

Jika kita ingin memperkirakan kapan taksiran persalinan wanita di atas yang memiliki HPHT pada tanggal 10 April 2016 maka tanggal HPHT ditambah 7 menjadi 17, kemudian bulan HPHT dikurangi 3 menjadi 1 (April adalah bulan ke-4) dan tahun ditambah 1 menjadi 2017. Dari hasil ini maka kita bisa memperkirakan perkiraan tanggal persalinan sang ibu dengan HPHT 10 April 2016 adalah 17 Januari 2017.

2. Metode pemeriksaan besar rahim

Cara menghitung usia kehamilan selanjutnya adalah dengan menggunakan keahlian tenaga kesehatan dalam memeriksa besar rahim anda. Bagian rahim yang digunakan sebagai acuan adalah puncak rahim (fundus uteri), setelah melakukan pemeriksaan pada perut anda, seorang tenaga kesehatan akan memperkirakan batasan usia kehamilan berdasarkan acuan medis tertentu.

Acuan yang digunakan adalah tulang pubis (tulang kemaluan), jika tinggi puncak rahim anda berada di sekitar tulang ini maka perkiraan usia kehamilan anda adalah 12 minggu. Jika ukuran rahim semakin besar maka bisa digunakan ukuran 2 jari dari tulang pubis ini dengan perkiraan penambahan ukuran rahim 2 jari berarti usia kehamilan bertambah 2 minggu. Seperti contoh 2 jari diatas tulang pubis menandakan 14 minggu, kemudian 2 jari selanjutnya 16 minggu begitu seterusnya.

Jika puncak rahim berada di area pusar (umbilikus) perkiraan usia kehamilan adalah 20 minggu dan apabila puncak rahim sudah berada pada ujung bawah tulang dada (daerah ulu hati) perkiraan usia kehamilan anda adalah 36 minggu. Metode pemeriksaan rahim ini juga dapat menggunakan meteran, dan setiap sentimeter besar rahim yang diukur menggunakan meteran dari tulang pubis menandakan berapa usia kehamilan anda dalam minggu.

3. Gerakan janin

Cara menghitung usia kehamilan berikutnya yang juga bisa digunakan untuk memperkirakan usia kandungan adalah dengan merasakan gerakan janin. Rata-rata janin di dalam kandungan memberikan gerakan pertama pada usia 16 minggu, namun hal ini mungkin berbeda pada sebagian kehamilan. Itulah sebabnya gerakan janin tidak selalu menjadi pilihan utama dalam menghitung usia kehamilan.

4. USG (Ultrasonografi)

Cara menghitung usia kehamilan terakhir yang akan dibahas di dalam artikel ini adalah USG yang saat ini sudah menjadi pemeriksaan yang banyak digemari oleh wanita hamil. USG merupakan salah satu pemeriksan radiologis yang cukup aman bagi wanita hamil, dengan menggunakan USG anda juga bisa melihat perkembangan sejumlah organ dan jenis kelamin bayi di dalam kandungan bahkan kita dapat melihat berbagai penyulit dan masalah dalam kehamilan itu sendiri. Pemeriksaan USG dalam hal memperkirakan usia kehamilan menggunakan acuan berupa pengukuran jarak antara kepala dan bokong bayi pada usia 7-12 minggu dan selanjutnya akan dilakukan dengan pengukuran diameter kepala. Pada usia kehamilan dini, perkiraan usia kehamilan dapat dilakukan dengan melihat kantung janin sebagai salah satu indikator.

Demikianlah berbagai metode cara menghitung usia kehamilan yang bisa kami bagikan baik metode manual hingga penggunaan USG untuk mengetahui usia kehamilan. Dengan memperhatikan penjelasan di atas, usia kehamilan dengan tepat dapat ditentukan dengan menggunakan bantuan USG namun penggunaan cara manual untuk menghitung usia kehamilan tetap bisa dijadikan pilihan di tempat-tempat yang belum memiliki fasilitas USG. Semua cara menghitung usia kehamilan di atas ini hanya bisa dilakukan jika anda mau memeriksakan kehamilan anda secara teratur ke tenaga kesehatan, itulah mengapa pemeriksaan kehamilan menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan juga bayi yang dikandungnya. Akhir kata, semoga artikel ini berguna bagi kita semua!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *