invisible hit counter

Kenali Ciri-Ciri Penyakit Kista Indung Telur (Kista Ovarium)

Bagi wanita penyakit kista pada sistem reproduksinya merupakan salah satu momok yang ditakutkan, sehingga ciri-ciri penyakit kista ini perlu diketahui oleh kaum wanita agar dapat melakukan deteksi dini. Penyakit kista indung telur merupakan sebuah penyakit dimana terbentuk kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam sistem reproduksi wanita yakni indung telur (ovarium). Penyakit kista indung telur ini dapat berupa kista fungsional indung telur yang sangat berhubungan dengan siklus menstruasi seorang wanita karena berbagai faktor seperti faktor hormonal dan hal ini tidak berbahaya. Akan tetapi beberapa tipe kista indung telur yang tidak ditangani dengan baik dapat menjadi penyebab tejadinya keganasan pada indung telur (kanker ovarium). Melihat hal tersebut maka dalam artikel ini kami akan menyajikan beberapa ciri-ciri penyakit kista indung telur yang bisa dirasakan oleh penderitanya, guna meningkatkan kepedulian kaum wanita terhadap penyakit kista itu sendiri.

Ciri-Ciri Penyakit Kista Indung Telur yang Dialami Wanita

Perlu kita ketahui bersama bahwa penyakit kista indung telur banyak yang tidak memiliki gejala spesifik sehingga penderitanya tidak sadar bahwa terdapat kista pada tubuhnya. Hal inilah yang menjadi penyebab deteksi dini penyakit ini tidak berjalan dengan baik, karena banyak kasus kista indung telur justru ditemukan oleh dokter dan tenaga kesehatan lainya saat sedang melakukan pemeriksaan pada panggul atau perut wanita untuk hal yang lain. Untuk itu mari kita simak beberapa ciri-ciri penyakit kista yang bisa anda gunakan sebagai alasan untuk melakukan deteksi dini!

  • Nyeri pinggul.

Ciri-ciri penyakit kista indung telur yang akan kita bahas adalah nyeri pada pinggul atau panggul baik kanan atau kiri. Nyeri pada pinggul ini terkadang dirasakan tidak begitu khas pada fase-fase awal timbulnya kista dan bahkan pada beberapa wanita hanya dirasakan sebagai perasaan tidak enak atau tidak nyaman pada daerah pinggul. Berbeda dengan nyeri pinggul saat melakukan hubungan seksual yang lebih menunjukan adanya infeksi pada sistem reproduksi wanita yang terletak di dalam panggul (Pelvic Inflammatory Disease) dan nyeri pinggul yang timbul saat seorang wanita mengalami menstruasi lebih terarah pada kelainan yang disebut endometriosis. Untuk memastikan hal ini anda perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Perlu anda perhatikan bahwa nyeri pinggul dapat menjadi ciri-ciri penyakit kista pada fase lanjut. Ukuran kista pada indung telur wanita yang bertambah besar dapat menyebabkan organ penting dalam sistem reproduksi wanita ini terpelintir. Keadaan ini dalam dunia kedokteran disebut torsio kista, awalnya indung telur yang baru terpelintir akan menimbulkan nyeri pinggul yang hilang timbul. Akan tetapi jika kondisi indung telur yang terpelintir ini telah menyebabkan gangguan aliran darah maka akan timbul nyeri hebat dan mendadak pada bagian pinggul seorang wanita.

  • Perasaan tertekan pada perut bagian bawah.

Selanjutnya ciri-ciri penyakit kista indung telur yang mungkin dikeluhkan oleh penderitanya adalah sensasi atau perasaan tertekan yang dirasakan samar-samar pada daerah panggul atau perut bagian bawah. Bagi sebagian wanita perasaan tertekan ini diartikan sebagai perasaan penuh yang terasa pada salah satu sisi perutnya.

Timbulnya keluhan perut seperti tertekan atau terasa penuh ini merupakan tanda bahwa ukuran kista yang tumbuh pada indung telur seorang wanita sudah berukuran besar karena kapsul jaringan yang berada di luar dinding indung telur akan ikut meregang dan menimbulkan keluhan yang serupa. Jika anda sering merasakan keluhan ini maka tidak ada salahnya jika anda memeriksakan diri ke dokter untuk menemukan penyebabnya. Selain perut terasa penuh, pada sebagian kasus kista indung telur yang ukurannya cukup besar dapat menimbulkan keluhan mudah merasa kenyang pada penderitanya walaupun hanya mengkonsumsi sedikit makanan.

  • Gangguan mentruasi.

Gangguan menstruasi juga bisa menjadi salah satu ciri-ciri penyakit kista indung telur jika timbulnya kista ini merangsang produksi hormon estrogen dalam jumlah yang berlebihan. Selain menggangu siklus menstruasi setiap bulannya, penderita kista indung telur juga bisa mengeluhkan timbulnya bercak perdarahan atau spotting pada usia dini ataupun pada wanita yang sudah menopause.

  • Mual dan muntah.

Pada beberapa kasus penderita kista indung telur juga mengeluhkan rasa mual dan muntah serta nyeri payudara seperti saat sedang hamil. Timbulnya sejumlah ciri-ciri penyakit kista ini tidak lain disebabkan oleh ketidakseimbangan produksi hormon di dalam tubuh penderitanya. Sama halnya saat seorang wanita sedang hamil dimana produksi sejumlah hormon seperti estrogen tiba-tiba mengalami peningkatan maka respon yang diberikan oleh tubuh wanita pun hampir sama berupa rasa mual, ingin muntah dan nyeri pada payudara.

  • Maskulinisasi.

Anda mungkin kaget dan bertanya benarkah seorang wanita yang menderita kista ovarium dapat mengalami maskulinisasi (perubahan abnormal dimana timbul karakteristik seksual laki-laki pada seorang perempuan)? Namun pertanyaan ini bisa saja terjadi jika terjadi gangguan pada salah satu sel di dalam indung telur yakni theca cell yang dapat merangsang peningkatan hormon-hormon androgen (hormon yang dominan berada pada laki-laki) dan berujung pada maskulinisasi.

Itulah beberapa ciri-ciri penyakit kista indung telur yang mungkin dikeluhkan oleh penderitanya, akan tetapi tidak semua keluhan yang sudah kami paparkan di atas dapat dirasakan oleh setiap penderita kista ovarium karena seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kasus kista ovarium ini banyak yang tidak bergejala. Selain dari pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter kandungan, diagnosis kista ovarium ini banyak yang didiagnosis melalui pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi (USG) bahkan pada fase-fase awal saat tidak ada satupun ciri-ciri penyakit kista yang dirasakan penderitanya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa pada sebagian kasus kista ovarium ini dapat berkembang menjadi sebuah keganasan (kanker) indung telur. Potensi perubahan kista menjadi kanker ini lebih mungkin terjadi pada wanita yang memilki kista saat telah menopause, berusia antara 50-60 tahun, memiliki riwayat keluarga penderita kanker ovarium, wanita yang juga penderita kanker payudara, wanita yang pernah menjalani terapi hormon atau obat-obatan untuk meningkatkan kesuburan juga wanita yang belum pernah hamil dan perokok. Untuk itulah walaupun lebih besar persentase kista indung telur yang tidak berbahaya, anda tetap perlu mewaspadai penyakit ini.

Jika anda mengalami ciri-ciri penyakit kista yang sudah disebutkan di atas, pastikanlah kondisi kesehatan anda dengan memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu anda akan diberitahukan mengenai langkah apa yang harus dilakukan terhadap kista pada indung telur ini, apakah tidak memerlukan terapi khusus (seperti pada ksita fungsional ovarium) atau memerlukan tindakan operatif seperti pada kasus kista ovarium berukuran besar karena berpotensi menimbulkan komplikasi.  Akhir kata semoga artikel mengenai ciri-ciri penyakit kista indung telur yang dialami kaum wanita ini bermanfaat bagi kita semua!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *