invisible hit counter

Jantung Berdebar-Debar? Ketahui Sebabnya dan Lakukan Pencegahan

Pernahkah Anda merasakan jantung berdebar-debar secara mendadak? Berapa lama Anda merasakannya? Berapa menitkah? Atau hingga berjam-jam? Jangan anggap remeh gejala ini. Banyak orang bahkan hanya menganggapnya sambil lalu. Dalam beberapa kasus, jantung berdebar-debar secara mendadak banyak ditemui sebagai salah satu indikasi gangguan jantung. Apabila dalam tubuh terdapat gejala ini, maka dibutuhkan kewaspadaan sejak dini agar dapat dilakukan pencegahan dan penanganan secara lebih optimal.

Pengertian Apa Itu Jantung Berdebar-Debar

Dalam istilah medis kondisi jantung berdebar-debar secara tiba-tiba biasa disebut palpitasi. Definisi palpitasi secara lebih khususnya adalah sebuah kondisi saat irama jantung tidak berdetak seperti biasa, bisa terlalu lambat atau terlalu cepat. Perlu diketahui bahwa durasi denyut jantung normal berkisar antara 60-100 kali per menit, dalam rata-rata normal sekitar 70 kali per menit.

Palpitasi yang terjadi terlalu sering bahkan semakin memburuk disertai gejala lain seperti sesak nafas dan pusing, perlu segera diwaspadai karena bisa mengarah pada gangguan jantung. Komplikasi pada jantung bisa berupa pingsan hingga stroke.

Dalam praktiknya, jantung berdebar kadang muncul semakin terasa kuat, cepat, bahkan iramanya tidak beraturan. Selain itu, beberapa orang pun bahkan merasakan jantung berdebar hingga pada daerah tenggorokan dan leher. Jantung berdebar yang dirasakan tak hanya ketika melakukan satu aktivitas tertentu saja namun juga dalam berbagai kondisi.

Hal-Hal yang Menjadi Penyebab Jantung Berdebar-Debar

Beberapa kondisi ditengarai sebagai penyebab jantung berdebar-debar, mulai dari gaya hidup hingga jenis makanan yang dikonsumsi. Lalu, hal-hal dan kondisi apa saja sebenarnya yang dapat memicu munculnya penyakit ini?

1. Kurangnya Konsumsi Magnesium

Keberadaan magnesium dalam tubuh cukup penting karena salah satu fungsinya adalah menjaga irama jantung. Selain itu, magnesium penting juga untuk membantu pembentukan sel darah merah sehingga bisa mencegah anemia.

2. Sering Mengonsumsi Junk Food

Kandungan lemak jenuh dan lemak trans dalam junk food dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliseride. Keberadaan LDL dan trigliseride ini dapat mengganggu kinerja jantung bahkan meningkatkan risiko serangan jantung.

3. Kebiasaan Merokok

Rokok mengandung zat nikotin yang cukup berbahaya jika dikonsumsi secara berkala dan berkelanjutan. Nikotin dapat menyebabkan adiktif (kecanduan). Selain itu, nikotin cukup berbahaya bagi kinerja jantung.

4. Stress

Munculnya stress dalam tubuh yang tidak dikelola akan memunculkan berbagai gangguan pada jantung. Stres menimbulkan banyak hal misal perangsangan saraf simpatis, irama detak jantung tak teratur hingga gangguan pembuluh darah jantung.

5. Obesitas

Kondisi berat badan seseorang sangat mempengaruhi kinerja jantung. Orang dengan obesitas sangat berisiko mengalami gangguan pada jantung. Obesitas menyebabkan volume darah meningkat sehingga menambah kinerja jantung serta pemompaan darah akan banyak terganggu.

6. Diabetes Mellitus (DM)

Seseorang yang mengalami diabetes, dalam pembuluh darahnya tak hanya mengandung kadar gula yang tinggi, namun juga kadar trigliseride yang tinggi pula. Kadar trigliseride yang tinggi dapat menyebabkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh meningkat. Penumpukan lemak dalam darah yang kian meningkat akan berdampak pada kesehatan jantung.

7. Faktor Keturunan

Bagi seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan penyakit jantung, lebih berisiko untuk mengalami penyakit jantung itu sendiri. Hal itu sekaligus mengartikan bahwa ia lebih beresiko juga untuk mengalami jantung berdebar-debar (indikasi gangguan jantung) daripada yang tidak memiliki riwayat keturunan (herediter).

8. Mengonsumsi Obat Tertentu

Obat-obat tertentu yang dikonsumsi memiliki efek samping salah satunya membuat jantung berdetak cepat. Obat tersebut di antaranya yang mengandung stimultan seperti obat batuk pilek yang  mengandung pseudoephedine, obat asma, obat anti alergi dll.

Penegakan Diagnosa

Dalam menegakkan diagnosa, beberapa hal perlu dilakukan oleh dokter. Berawal dari keluhan jantung berdebar dari pasien, dokter akan melakukan anamnesa awal seperti menanyakan usia, pola hidup, kebiasaan, olahraga, berat badan, hingga riwayat penyakit keluarga.

Selain itu, pemeriksaan penunjang pun akan dilakukan. Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran tekanan darah, denyut jantung, frekuensi napas, dan lainnya. Dalam kondisi khusus seperti jantung berdebar-debar yang sudah berlanjut disertai keadaan pemberat yang lain, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) biasanya diperlukan.

Bagi yang telah sering mengalami jantung berdebar disarankan untuk memiliki catatan khusus tentang riwayat tekanan darah, frekuensi denyut jantung, frekuensi napas, serta informasi kesehatan mendasar lain. Hal tersebut akan sangat membantu dokter saat menegakkan diagnosa.

Solusi dan Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Jantung berdebar-debar dapat diatasi dengan melakukan berbagai upaya. Hal tersebut dapat dimulai dari mengatur menu makan hingga melakukan beberapa gerakan / manuver. Untuk penjelasan lebih rincinya mari simak penjelasan berikut:

1. Melakukan Relaksasi

Teknik relaksasi penting dilakukan selain karena caranya yang memang mudah. Teknik relaksasi ini bisa dilakukan dengan mengolah usaha napas. Jalan-jalan pagi merupakan salah satu media yang cukup membantu melakukan relaksasi. Menarik napas panjang-panjang dan menghembuskannya perlahan.

2. Mengurangi Konsumsi Kafein

Kadar kafein yang biasa terdapat dalam kopi dapat mempercepat denyut jantung. Hal ini mengisyaratkan bagi yang biasa merasakan sensasi detak jantung yang lebih kencang, untuk mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi kafein.

3. Mengonsumsi Makanan yang Kaya Magnesium

Mengingat bagusnya fungsi magnesium dalam tubuh, sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung magnesium dijadikan rutinitas. Lalu makanan apa saja yang menyimpan kandungan magnesium? Diantaranya berupa sayuran hijau, ikan, kacang, biji-bijian, pisang, apel, dan lainnya. Rajinlah mengonsumsi makanan yang sehat.

4. Mengonsumsi Air Putih yang Cukup

Mengonsumsi air putih yang cukup dapat mengurangi gejala jantung yang berdetak lebih kencang. Suplai air putih yang cukup dalam tubuh dapat meningkatkan peredaran darah ke seluruh tubuh. Hal ini sekaligus menjadikan denyut jantung berirama normal.

5. Manuver Valsava

Manuver valsava adalah tindakan yang dilakukan guna merefresh kondisi jantung. Dengan manuver ini diharapkan tekanan darah meningkat dan irama jantung menjadi stabil. Langkah mudah manuver valsava yakni: (1) Menjepit atau menekan kedua lubang hidung; (2) Menutup mulut dan mencoba untuk mengeluarkan nafas.

6. Meninggikan Posisi Kaki

Cara ini bisa dilakukan yakni duduk dengan mengangkat kaki hingga posisinya lebih tinggi daripada jantung. Lalu tarik nafas dalam dan perlahan, udara yang masuk arahkan untuk memenuhi rongga perut. Selain memberi kesan rileks, posisi ini juga dapat memperlancar aliran darah ke jantung dan mengatur irama jantung.

7. Mengelola Stress

Salah satu penyebab jantung berdebar-debar adalah stress. Stress yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu banyak hal termasuk gangguan irama jantung. Perlu menyediakan waktu setidaknya 30 menit/hari untuk mengelola stress. Gunakan 30 menit tersebut untuk melakukan hal-hal yang disukai, bisa membaca buku, memasak, menyulam, melukis, dan sebagainya.

8. Olahraga

Prinsip mencegah selalu menjadi pilihan terbaik. Kesehatan jantung dapat diupayakan dengan melakukan olahraga secara teratur. Olahraga yang baik untuk menjaga kesehatan jantung di antaranya jogging dan lari.

9. Istirahat Cukup

Kebutuhan istirahat yang terpenuhi dengan baik akan berimplikasi baik juga pada kesehatan utamanya kesehatan jantung. Bagi orang dewasa kebutuhan istirahat berkisar antara 7-8 jam/hari. Kebutuhan ini tentu saja berbeda di setiap kelompok umur dan kondisi biologisnya.

10. Hati-Hati Mengonsumsi Obat

Beberapa obat memiliki beberapa efek samping salah satunya membuat jantung berdebar-debar. Oleh karenanya, penting untuk memahami obat-obat mana saja yang memiliki efek samping demikian. Obat-obat tersebut antara lain obat asma, anti alergi, dll. Konsultasikan ke dokter jika memang harus mengonsumsi obat tertentu.

Kemunculan sensasi jantung berdebar-debar tidak boleh lantas dianggap remeh. Perlu kewaspadaan secara dini. Gejala-gejala yang menyertai harus dikelola dengan benar. Pemeriksaan ke dokter menjadi pilihan bijak. Namun ada yang lebih bijak yakni upaya mencegah timbulnya dengan melakukan sederet upaya baik memperbaiki gaya hidup maupun pantang mengonsumsi obat ataupun makanan tertentu. Sekali lagi, mencegah selalu menjadi obat terbaik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *