invisible hit counter

Inilah Gejala HIV AIDS pada Pria yang Wajib Anda Waspadai

Inilah Gejala HIV AIDS pada Pria yang Wajib Anda WaspadaiGejala HIV AIDS pada pria sebenarnya tidak jauh beda dengan wanita. Namun gejala HIV AIDS pada pria ini perlu secara spesifik diketahui sebab dari berbagai penelitian banyak pria yang merupakan kelompok risiko tinggi untuk tertular HIV AIDS sekaligus sangat rentan untuk menyebarkannya secara lebih luas. Sebagaimana kita ketahui, saat ini banyak penderita HIV AIDS yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang notabene lebih banyak tinggal di rumah atau bisa dikatakan jauh dari risiko terkena penyakit HIV AIDS. Setelah diteliti, ternyata ibu rumah tangga ini sebagian besar tertular dari suaminya yang terlebih dulu terinfeksi HIV AIDS. Oleh karena itu pengetahuan tentang gejala HIV AIDS pada pria ini sangat penting terutama dalam rangka mencegah penularan dan pengobatan lebih lanjut untuk menghambat perkembangan virus.

Banyak kelompok pria yang berisiko tinggi terinfeksi virus HIV AIDS. Sebagian besar dari mereka terinfeksi karena perilaku seks bebas baik, serta konsumsi narkoba melalui jarum suntik. Tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini masih banyak tempat prostitusi yang tersebar di berbagai wilayah, baik yang terang-terangan maupun yang terselubung. Hal ini tentunya merupakan salah satu pintu masuk penularan HIV AIDS, terlebih lagi jika tanpa menggunakan pengaman/kondom. Ditambah lagi dengan perilaku hubungan intim sesama jenis  yang ternyata juga sangat mudah untuk menularkan HIV AIDS. Narkoba yang sampai saat ini masih mengancam masyarakat Indonesia, selain efek obatnya yang merusak mental dan mengancam jiwa, ternyata juga riskan sebagai media penularan HIV AIDS yaitu karena perilaku penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian.

Berbagai Gejala HIV AIDS pada Pria yang Mudah Diketahui

Jika seseorang terkena virus HIV biasanya pada awalnya tidak menunjukkan gejala secara signifikan. Seseorang menunjukkan gejala yang jelas setelah HIV berkembang menjadi AIDS. Waktu perkembangan HIV menjadi AIDS ini berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain, tergantung pada ketahanan tubuh masing-masing dan pengobatan sejak dini yang dijalankan. Tetapi pada umumnya gejala tersebut muncul setelah 5 – 10 tahun setelah terinfeksi virus HIV. Gejala HIV AIDS pada pria antara lain sebagai berikut:

  1. Menderita penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual merupakan gejala HIV AIDS pada pria yang pada umumnya berasal dari perilaku seks berisiko, yaitu sering berganti-ganti pasangan. Penyakit menular seksual yang dimaksudkan di sini adalah penyakit menular lain selain HIV AIDS, yang gejalanya dapat mudah dikenali. Penyakit tersebut dapat diakibatkan oleh bakteri, jamur, maupun virus. Penyakit menular seksual yang seringkali ditemukan pada pria penderita HIV AIDS antara lain yaitu sifilis (raja singa), gonore (kencing nanah), herpes genital, scabies pada kelamin, klamidia, dan sebagainya.

  1. Gangguan pada kulit

Gangguan pada kulit juga dapat menjadi gejala HIV AIDS pada pria, yang pada umumnya ciri-cirinya yaitu terdapatnya ruam-ruam atau bisul-bisul kecil di berbagai anggota tubuh yang menimbulkan gatal-gatal. Ruam ini biasanya mudah terlihat dan sangat mengganggu bagi penderitanya, dan susah disembuhkan. Atau dapat sembuh sementara, tetapi setelah itu dapat sering muncul kembali. Selain itu penyakit kulit yang sering menyerang penderita HIV AIDS antara lain yaitu cacar ,herpes, infeksi pada jaringan rambut, dan keretakan pada bagian luar jaringan kulit. Pada kuku juga dapat muncul gejala yaitu perubahan menjadi lebih melengkung dan menebal. Warna kuku juga dapat mengalami perubahan warna menjadi kebiruan atau kehitaman yang biasanya disebabkan oleh infeksi jamur.

  1. Gangguan pada pencernaan yang berlangsung kronis

Gangguan pada sistem pencernaan yang dapat dialami oleh penderita HIV AIDS antara lain yaitu terdapatnya sariawan di rongga mulut yang sukar sembuh. Sariawan yang susah sembuh ini diakibatkan oleh penurunan daya tahan tubuh yang dialami oleh penderita HIV AIDS. Kondisi ini tentunya mengakibatkan penurunan nafsu makan. Selain itu penderita HIV AIDS biasanya juga mengalami diare yang berlangsung kronis. Kondisi ini jika dibiarkan tentunya dapat mengakibatkan dehidrasi.

  1. Berat badan turun drastis

Gejala HIV AIDS pada pria yang berikutnya yaitu mengalami penurunan berat badan yang drastis. Penderita HIV AIDS pada umumnya meengalami penurunan sebanyak 10% dari berat badannya dan dapat terus menurun jika penyakitnya bertambah parah. Sehingga pada penderita HIV AIDS sering terlihat kurus kering seperti orang yang mengalami kurang gizi atau malnutrisi. Kondisi ini tentunya tidak hanya dialami oleh penderita HIV AIDS pria, tetapi juga merupakan gejala HIV AIDS pada wanita.

  1. Mudah terserang penyakit infeksi/menular

Penderita HIV AIDS biasanya juga mudah sekali tertular berbagai macam penyakit, baik yang hanya penyakit ringan seperti flu atau infeksi saluran pernafasan akut sampai penyakit berat yang menyerang berbagai organ tubuh. Penyakit menular yang seringkali diderita oleh penderita HIV AIDS antara lain yaitu TBC, pnemonia, toksoplasmosis, meningitis, dan sebagainya. Mudahnya penularan penyakit ini dikarenakan rusaknya sistem pertahanan tubuh pada penderita HIV AIDS sehingga menyebabkan kuman mudah masuk ke jaringan tubuh dan berkembang biak di dalamnya. Sehingga dengan keadaan ini, dapat memperparah kondisi penderita HIV AIDS sebab perkembangan virus dapat terus melemahkan ketahanan tubuh penderitanya.

  1. Mudah lelah

Penderita HIV AIDS biasanya juga mengalami gejala mudah lelah yang berlangsung berkepanjangan. Jadi orang yang mengalami HIV AIDS sering mengalami lemah, letih, lesu, dan tidak bersemangat. Badannya terasa tidak nyaman dan terasa pegal-pegal serta nyeri pada persendian.

  1. Demam dan sakit kepala

Demam merupakan gejala HIV AIDS pada pria yang diakibatkan oleh masuknya virus HIV ke dalam tubuh sehingga memberikan respon oleh tubuh berupa demam. Demam ditandai dengan panas tinggi, dimana suhu tubuh lebih dari 38°C, yang biasanya disertai dengan keringat dingin yang terjadi pada malam hari. Demam pada penderita HIV AIDS dapat sering terjadi terutama jika terdapat berbagai infeksi penyerta (sekunder) yang mengakibatkan tubuh memberikan respon alami berupa demam sebagai reaksi atas berbagai infeksi kuman yang masuk ke dalam tubuh tersebut.

  1. Pembengkakan kelenjar getah bening

HIV AIDS yang menyerang sistem pertahanan tubuh biasanya ditandai dengan pembengkakan kelejar getah bening. Kelenjar getah bening merupakan media transportasi sel darah putih yang berperan penting dalam pembentukan kekebalan tubuh. Jika sistem pertahanan tubuh terganggu oleh virus HIV maka terjadilah gejala pembengkakan kelenjar getah bening tersebut. Pada beberapa kasus juga dapat memicu terjadinya kanker pada kelenjar getah bening atau yang sering disebut sebagai limfoma.

Setelah mengetahui gejala HIV AIDS pada pria yang telah dipaparkan di atas, hal yang dapat dilakukan adalah pengobatan dini pada penderita. Obat yang digunakan sampai saat ini dalam pengobatan HIV AIDS yaitu ARV (Anti Retro Virus), berfungsi untuk menekan perkembangan virus dan meminimalkan rantai penularan. HIV AIDS adalah penyakit menular berbahaya yang menyerang sistem pertanahan tubuh manusia yang jumlahnya kasusnya terus meningkat dan menjadi ancaman serius baik di Indonesia maupun di dunia. Oleh karena hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini antara lain yaitu dengan setia pada satu pasangan (tidak berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks), menjauhi narkoba, deteksi dini HIV AIDS pada wanita hamil untuk meminimalkan risiko penularan kepada bayinya, dan sterilisasi tranfusi darah baik sumber donor maupun alatnya harus terbebas dari virus HIV AIDS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *