invisible hit counter

Feses Bayi Berwarna Hijau, Normal atau Tidak?

Melihat feses bayi berwarna hijau mungkin adalah hal yang dapat membuat khawatir sebagian orangtua, Anda mungkin salah satunya. Namun tahukah Anda bahwa bayi yang mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) kadang-kadang mengeluarkan feses berwarna hijau, dan itu adalah hal yang normal? Feses bayi bervariasi dari segi warna maupun tekstur, dan tidak semuanya menjadi pertanda adanya masalah kesehatan. Namun demikian, mengetahui arti warna feses bayi sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui ciri-ciri feses bayi yang normal. Artikel ini akan membahas tidak hanya feses bayi berwarna hijau, namun juga apabila feses bayi berwarna cokelat, merah, atau putih. Simak uraian selengkapnya pada poin-poin berikut.

Apa yang Menyebabkan Feses Bayi Berwarna Hijau?

Feses bayi yang berwarna hijau memang dapat dijadikan salah satu tanda bahwa bayi sedang terserang penyakit tertentu. Bayi yang terserang infeksi virus pada sistem pencernaannya atau sedang flu bisa saja mengeluarkan feses berwarna hijau dengan sedikit lendir. Bayi yang mulai tumbuh gigi juga kadang mengeluarkan feses berwarna hijau akibat peningkatan produksi air liur. Akan tetapi ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan feses bayi berwarna hijau, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Feses yang pertama keluar saat bayi lahir

Pada bayi yang baru lahir, normalnya feses yang pertama kali keluar berwarna kehitaman. Feses yang pertama kali keluar ini disebut mekonium, yang merupakan isi dari usus bayi sejak berada di dalam kandungan. Selama tiga hari pertama feses yang tadinya berwarna kehitaman tersebut akan berubah menjadi hijau. Dari hijau akan berubah menjadi hijau kekuningan, sampai akhirnya menjadi kuning seluruhnya pada kira-kira hari kelima.

  • Ketidakseimbangan antara foremilk dan hindmilk

Apabila feses bayi berwarna hijau disertai adanya lendir pada feses, dan bayi mengalami sakit perut yang ditandai dengan rewel, bisa jadi itu pertanda adanya ketidakseimbangan antara foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah ASI yang keluar pada menit-menit pertama menyusui, yang banyak mengandung air, vitamin, dan laktosa. Hindmilk adalah ASI yang keluar pada menit-menit terakhir menyusui, yang banyak mengandung protein dan lemak.

Ketika pasokan ASI ibu berlebih, bayi akan mengkonsumsi terlalu banyak foremilk. Akibatnya ia akan merasa kenyang sebelum mendapatkan hindmilk. Apabila hal ini terulang secara terus-menerus, dalam sistem pencernaan bayi akan terkumpul terlalu banyak laktosa. Laktosa tidak mudah tercerna sehingga menimbulkan terlalu banyak gas pada usus bayi sehingga bayi mengalami kembung dan akan sering kentut. Fesesnya pun berwarna hijau, berbuih, dan dapat disertai lendir.

  • Alergi terhadap makanan yang disantap ibu

Penyebab kedua dari feses bayi berwarna hijau adalah apabila bayi terlalu sensitif akan makanan yang dicerna ibu (alergi makanan). Biasanya, makanan yang menimbulkan reaksi alergi adalah susu dan produk susu seperti yoghurt atau keju. Selain feses yang berwarna hijau, juga akan timbul ruam pada kulit bayi.

Antibiotik atau obat-obatan yang dikonsumsi ibu juga dapat mempengaruhi warna feses bayi. Jika bayi tidak mengalami alergi, kemungkinan warna makanan yang disantap ibu, seperti apabila ibu mengkonsumsi sayuran berwarna hijau, juga dapat membuat feses bayi berwarna hijau.

Apabila bayi Anda mengeluarkan feses berwarna hijau, Anda bisa mencoba memperbaiki teknik menyusui Anda. Teknik menyusui yang kurang tepat akan menyebabkan pelekatan bayi pada payudara kurang sempurna. Akibatnya bisa jadi bayi lebih banyak mengkonsumsi foremilk daripada hindmilk.

Ciri pelekatan bayi yang tepat adalah sebagian besar areola masuk dalam mulut bayi, mulut bayi terbuka lebar, bibir bawahnya terlipat keluar, dagu bayi menempel pada payudara ibu, dan tidak terdengar suara lain selain bunyi menelan (bunyi berdecak artinya bayi banyak menelan udara selama proses menyusui berlangsung).

Makna Warna Feses Bayi yang Lainnya

Selain feses bayi berwarna hijau, feses bayi dapat pula berwarna cokelat, merah, atau putih. Cokelat atau kuning adalah warna feses bayi yang normal. Apabila bayi Anda hanya mengkonsumsi ASI saja, fesesnya akan berwarna kuning cerah atau cemerlang, pertanda ia memperoleh baik foremilk maupun hindmilk. Di sisi lain, bayi yang mengkonsumsi susu formula biasanya memiliki feses yang berwarna lebih gelap, lebih padat teksturnya, dan lebih berbau seperti feses orang dewasa.

Bayi yang mendapatkan susu formula, atau kombinasi antara ASI dan susu formula, lebih rentan mengalami konstipasi. Hal ini karena tidak seperti susu formula, dalam ASI terkandung zat gizi dalam komposisi yang sesuai sehingga terserap sempurna oleh sistem pencernaan bayi, yang membuat feses yang dikeluarkan lebih lunak.

Cara penyajian susu formula juga mempengaruhi konsistensi feses. Semakin sedikit air yang digunakan, semakin besar resiko konstipasi. Apabila Anda memberikan susu formula untuk bayi Anda, pastikan untuk selalu mengikuti aturan penyajian seperti yang tercantum pada kemasan. Di bawah ini adalah makna warna feses bayi yang lainnya.

  • Merah

Selain feses bayi berwarna hijau dan kuning atau cokelat, feses bayi juga bisa berwarna merah, yang berarti terdapat darah dalam feses. Terutama pada bayi baru lahir, biasanya dokter akan memeriksa apakah darah tersebut berasal dari bayi sendiri atau dari sang ibu. Jika bayi sempat menghisap darah sang ibu pada waktu proses persalinan, pada fesesnya akan ditemukan bercak kehitaman yang merupakan darah (meskipun akan sulit untuk melihatnya karena warna feses alami bayi baru lahir memang berwarna hijau kehitaman).

Setelah tiga hari, dimana sudah waktunya warna feses bayi baru lahir berubah warna menjadi hijau kekuningan lalu kuning, apabila feses bayi masih berwarna merah dan ternyata itu bukan darah sang ibu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

  • Putih keabuan

Anda harus mewaspadai apabila bayi Anda yang baru lahir mengeluarkan feses berwarna kuning pucat atau putih keabuan, tidak peduli apakah konsistensinya encer maupun padat. Warna putih pada feses bayi dapat disebabkan oleh adanya gangguan pada hati atau penyumbatan pada saluran empedu, yang berarti empedunya tidak dapat memberi warna pada feses bayi.

Jika ada masalah pada hati bayi, biasanya ia juga akan mengalami jaundice, yakni suatu kondisi dimana kulit dan sclera (bagian mata yang berwarna putih) bayi menjadi berwarna kekuningan. Jaundice pada bayi baru lahir sebagian besar adalah kondisi yang normal, namun apabila tidak segera hilang dalam beberapa hari, dapat menjadi indikasi adanya masalah pada hati bayi.

Hal ini tidak boleh dianggap remeh. Anda harus segera memeriksakan buah hati Anda ke dokter, jangan tunda hingga beberapa hari apalagi hingga berminggu-minggu lamanya karena masalah tersebut harus ditangani sebelum usia bayi mencapai 3 bulan. Pertama-tama, dokter akan segera melakukan ultrasonografi pada hati dan saluran empedu bayi, baru kemudian akan diambil langkah-langkah berikutnya.

Demikian artikel yang membahas mengenai kemungkinan penyebab feses bayi berwarna hijau, kuning, merah, atau putih keabuan. Beberapa di antaranya mungkin merupakan hal yang tidak terlalu serius, namun ada pula beberapa hal yang harus dijadikan perhatian karena menyangkut keselamatan bayi. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *