invisible hit counter

Ciri-Ciri Varikokel yang Sering Luput dari Pengamatan Anda

Adakah di antara Anda yang penasaran ingin mengetahui ciri-ciri varikokel? Varikokel adalah suatu kondisi dimana terjadi pelebaran pembuluh vena pada skrotum atau kantong zakar Anda (lapisan kulit yang menahan testis). Pembuluh vena yang mengalami pelebaran tersebut disebut dengan pampiniform plexus. Sepuluh hingga lima belas dari 100 pria mengalami kondisi tersebut. Varikokel mirip dengan pelebaran pembuluh darah vena di kaki (yang biasa kita sebut dengan varises), bedanya adalah pada varikokel pembuluh darah yang mengalami pelebaran terjadi di skrotum atau kantong zakar.

Sebelum membahas mengenai ciri-ciri varikokel lebih lanjut, mari terlebih dahulu berkenalan dengan sistem reproduksi pria. Sistem reproduksi pria memproduksi, menyimpan, dan melepaskan sel sperma. Skrotum atau kantong zakar adalah lapisan kulit menyerupai kantong yang menahan kedua buah testis.

Testis adalah tempat dimana sperma dan hormon testosteron dibuat. Sperma yang sudah matang akan disalurkan melalui epididimis (saluran berkelok-kelok di belakang masing-masing testis) dan vas deferens menuju prostat. Di prostat, sperma akan bercampur dengan cairan semen yang diproduksi oleh prostat. Ketika seorang pria mengalami ejakulasi, sperma yang sudah bercampur dengan cairan semen ini akan disalurkan melalui uretra untuk dikeluarkan melalui penis.

Pampiniform plexus terletak di area yang sama dengan vas deferens yaitu persis di atas testis, fungsi pembuluh darah vena ini sebenarnya adalah untuk ‘mendinginkan’ darah sebelum memasuki testis sehingga suhu yang optimal agar testis dapat memproduksi sperma yang berkualitas dapat dipertahankan.

Amati Apakah Ciri-Ciri Varikokel Berikut Ini Ada pada Anda!

Varikokel terjadi apabila pembuluh pampiniform plexus pada skrotum mengalami pelebaran. Apabila Anda mengalami varikokel pada masa pubertas, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi lebih lebar lagi dan semakin terlihat seiring dengan berjalannya waktu. Varikokel lebih umum terjadi pada sisi skrotum sebelah kiri (seseorang bisa saja mengalami varikokel pada kedua sisi skrotumnya, tapi hal itu sangatlah jarang). Hal ini karena anatomi sistem reproduksi pria tidak seratus persen simetris antara kiri dan kanan. Ciri-ciri varikokel antara lain sebagai berikut:

  • Munculnya benjolan

Tanda awal varikokel yang paling mudah diketahui adalah munculnya benjolan lunak di atas testis (yang merupakan tempat pembuluh pampiniform plexus berada). Ukuran benjolan yang muncul dapat bervariasi. Benjolan yang muncul dapat makin membesar seiring berjalannya waktu.

Ada benjolan yang tidak kasat mata dan baru dapat diketahui setelah diraba, namun ada juga yang dapat langsung terlihat dengan mata telanjang. Apabila dilakukan USG pada area yang terdapat benjolan tersebut, akan tampak bahwa pembuluh pampiniform plexus mengalami pelebaran hingga diameternya mencapai 3 milimeter atau lebih.

  • Nyeri

Selain benjolan, varikokel umumnya tidak menimbulkan gejala. Meskipun demikian, apabila Anda memiliki benjolan dan disertai nyeri atau rasa tidak nyaman, tidak ada salahnya mewaspadainya sebagai salah satu ciri-ciri varikokel. Seseorang yang menderita varikokel biasanya akan merasa nyeri yang makin terasa ketika ia berdiri atau melakukan aktivitas fisik yang terlalu lama. Rasa nyeri biasanya akan mereda begitu penderita berbaring.

  • Valsalva maneuver

Pada tahap ini, Anda mungkin sudah memperhatikan bahwa terdapat benjolan di atas testis Anda, yang kadang-kadang juga terasa nyeri. Pada titik ini Anda pastinya sudah memeriksakan diri ke dokter. Cara dokter menegakkan diagnosa varikokel adalah melalui pemeriksaan fisik. Jika benjolan yang Anda miliki cukup besar, dokter akan dengan mudah melihat atau merasakannya.

Namun apabila benjolan yang Anda miliki relatif kecil, Anda akan diminta mengambil posisi berdiri, kemudian dokter akan meminta Anda untuk mengambil nafas dalam-dalam dan menahannya. Biasanya dengan cara ini pembuluh vena akan melebar dan memudahkan dokter untuk menentukan apakah Anda menderita varikokel atau tidak. Cara ini disebut dengan “valsalva maneuver“.

Selain ketiga ciri tersebut, tidak ada lagi ciri-ciri varikokel yang lainnya sehingga kondisi ini seringkali luput dari pengamatan. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda memiliki varikokel atau tidak adalah dengan observasi dari Anda sendiri. Ketika Anda melihat ada benjolan di atas testis disertai nyeri, tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi tersebut ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Apakah Varikokel Berbahaya?

Sebagian besar varikokel memang tidak berbahaya. Namun terdapat beberapa kasus dimana ciri-ciri varikokel yang tidak segera ditangani menimbulkan infertilitas (kesulitan untuk memiliki keturunan) dan pertumbuhan testis kiri yang lambat pada masa pubertas. Faktanya, varikokel menjadi penyebab pada 4 dari 10 pria yang mengalami kesulitan memiliki anak pertama. Varikokel juga menjadi penyebab pada 8 dari 10 pria yang mengalami kesulitan memiliki anak kedua dan seterusnya.

Mengapa varikokel dihubungkan dengan masalah sulit memiliki keturunan? Seperti yang telah diuraikan secara ringkas di atas, pembuluh vena pampiniform plexus berfungsi ‘mendinginkan’ darah yang akan memasuki testis. Ketika pembuluh vena ini mengalami pelebaran, ia tidak akan dapat melakukan fungsinya dengan optimal.

Akibatnya, suhu di sekitar testis yang tadinya optimal untuk pembentukan sperma menjadi terlalu tinggi. Hal ini tentu saja dapat menurunkan jumlah sperma yang diproduksi. Pergerakan, kualitas, dan kuantitas sperma pria yang menderita varikokel pun akan ikut terpengaruh karenanya.

Apa yang Menyebabkan Timbulnya Varikokel?

Ciri-ciri varikokel telah kita bahas. Sekarang pastinya Anda penasaran, mengapa varikokel bisa terjadi? Ada banyak penyebab varikokel seperti yang telah dianalisis oleh para ahli. Salah satunya adalah bahwa katup yang terdapat pada pembuluh darah vena mungkin tidak bekerja dengan baik. Di sepanjang pembuluh darah vena terdapat katup-katup yang berfungsi sebagai ‘pintu satu arah’ yang mempersilakan darah mengalir menuju organ tujuan sebelum akhirnya kembali ke jantung. Jika aliran darah lambat, katup-katup tersebut akan menutup untuk mencegah aliran balik akibat gaya gravitasi.

Ketika katup-katup tersebut ada yang hilang atau tidak bekerja dengan baik, akan terjadi penumpukan darah di area tersebut (aliran balik juga tidak dapat dicegah). Ketika terjadi penumpukan darah, dibutuhkan tekanan yang lebih besar untuk mengalirkan darah tersebut kembali ke jantung. Penumpukan darah inilah yang menyebabkan pembengkakan.

Umumnya, varikokel baru akan diobati apabila sudah berkepanjangan atau menimbulkan gangguan yang lebih serius. Dokter biasanya akan memberikan penanganan berupa peresepan paracetamol untuk meredakan nyeri dan menggunakan celana dalam khusus. Bila kedua hal tersebut tidak membantu, ada kemungkinan bagi penderita varikokel untuk menempuh prosedur operasi. Operasi dapat ditempuh dengan cara embolisasi atau operasi terbuka.

Embolisasi artinya prosedur operasi dilakukan dengan memasukkan selang yang berukuran sangat kecil yang dilengkapi dengan piranti x-ray ke dalam pembuluh vena untuk mencari bagian yang rusak. Setelah bagian vena yang rusak ditemukan, cairan khusus akan disalurkan ke sana untuk mencegah darah masuk ke bagian tersebut (sebagai gantinya, darah diarahkan untuk mengalir melalui pembuluh vena yang masih baik). Apabila cara ini tidak berhasil, maka akan dilakukan operasi terbuka untuk mengangkat pembuluh vena yang rusak tersebut.

Varikokel ternyata bukan masalah yang sepele. Mengenali ciri-ciri varikokel saja tidaklah cukup, namun juga harus disertai dengan observasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa kondisi varikokel yang dialami tidak mengarah maupun menyebabkan komplikasi yang lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *