invisible hit counter

Ciri-Ciri Miom yang Harus Anda Waspadai

Ciri-Ciri Miom yang Harus Anda WaspadaiAnda yang sering mengalami menstruasi yang tidak teratur perlu mewaspadai ciri-ciri miom. Miom atau yang dalam istilah medis dikenal dengan sebutan myoma atau fibroid adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam atau di sekitar rahim. Miom tumbuh tepatnya pada otot polos, yaitu jaringan yang normalnya membentuk dinding rahim. Sekitar 20% atau seperlima wanita usia subur pernah mengalami miom. Jika Anda wanita berusia 30 tahun, kelebihan berat badan atau obesitas, atau Anda belum pernah melahirkan anak sebelumnya, resiko Anda untuk terkena miom lebih besar. Miom juga lebih banyak dialami oleh ras tertentu. Orang Afro-Amerika misalnya, lebih rentan terkena miom daripada orang Kaukasia.

Miom dapat berbentuk satu benjolan besar atau beberapa benjolan kecil yang dapat tumbuh di berbagai area rahim (meskipun miom sangat jarang tumbuh di area leher rahim atau serviks). Penyebab munculnya miom belum dapat diketahui secara pasti, namun mekanismenya kurang lebih dapat dihubungkan dengan aktivitas pembelahan sel yang berlebihan.

Miom terbentuk karena ada sekumpulan sel yang tidak dapat membelah diri dengan benar, yang pada akhirnya sekumpulan sel tersebut mulai memperbanyak diri tanpa terkendali. Paparan radioaktif disebut-sebut dapat mempengaruhi timbulnya miom, namun hal sesederhana peningkatan estrogen pun dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pembentukan miom. Oleh sebab itu tidak heran jika miom banyak dialami oleh wanita usia subur (yang memiliki kadar hormon estrogen yang tinggi), bukan anak-anak maupun wanita yang telah memasuki masa menopause.

Perhatikan Ciri-Ciri Miom Berikut Ini, Adakah yang Sedang Anda Alami?

Sebagian besar kasus miom pada wanita tidak menimbulkan gejala yang spesifik (miom yang tumbuh pada rongga peritoneum dapat tidak menimbulkan gejala apapun). Pada wanita yang merasakan adanya gejala miom, gejala tersebut dapat timbul secara terus-menerus atau hanya kadang-kadang saja, dan gejala yang timbul akan sangat bergantung pada lokasi tumbuhnya miom, ukuran, serta jumlah miom yang terbentuk. Pada wanita yang merasakan adanya gejala miom, berikut ini adalah ciri-ciri miom yang dapat diwaspadai:

1. Gangguan menstruasi

Pada wanita yang menderita miom, gejala miom dapat timbul dalam bentuk gangguan menstruasi. Gangguan menstruasi yang dirasakan dapat berupa pendarahan yang lebih banyak atau waktu menstruasi yang lebih panjang (lebih dari satu minggu). Pada awal masa menopause, pertumbuhan miom mungkin menjadi lebih pesat karena terdapat lonjakan produksi estrogen dalam tubuh seorang wanita, yang membuat menstruasi menjelang masa menopause tidak teratur dan darah yang keluar lebih banyak.

Hal ini karena dinding rahim yang terdapat miom mengalami pembelahan sel yang tak terkendali, sementara rahim tidak dapat berkontraksi dengan maksimal yang disebabkan oleh adanya penempelan miom dalam dinding rahim tersebut. Apabila Anda mengalami gangguan menstruasi seperti yang tersebut di atas, memang ada banyak penyebab yang mendasarinya, namun salah satunya mungkin saja adalah ciri-ciri miom.

2. Nyeri pada daerah pinggul

Nyeri yang timbul akibat tumbuhnya miom dapat berupa sensasi penekanan pada daerah pinggul. Beberapa wanita juga mengeluhkan adanya nyeri perut atau pada wanita yang telah memiliki pasangan biasanya mengeluhkan nyeri ketika melakukan hubungan badan. Timbulnya nyeri dapat diartikan sebagai ciri-ciri miom yang biasanya sudah menjadi berukuran besar sehingga mendesak organ-organ di sekitarnya.

3. Sulit buang air kecil atau besar

Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, miom yang berukuran cukup besar dapat mendesak organ dalam di sekitarnya, seperti misalnya rektum dan kandung kemih. Apabila miom mendesak rektum, seseorang akan merasakan susah buang air besar. Apabila miom mendesak kandung kemih, seorang wanita akan merasakan sulit buang air kecil. Ia dapat juga merasakan sensasi sebentar-sebentar ingin buang air kecil namun tidak dapat mengosongkan kandung kemih dengan sempurna (tidak puas ketika buang air kecil).

Hal ini dapat menimbulkan masalah, karena kandung kemih yang tidak dapat dikosongkan dengan sempurna berarti masih ada sisa urin yang tertinggal di sana. Urin yang tidak dapat dikeluarkan ini yang kemudian rentan ‘ditunggangi’ bakteri sehingga nantinya dapat memicu munculnya Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Sulit buang air kecil maupun besar sendiri memang dapat diakibatkan oleh banyak hal, seperti misalnya kebiasaan menahan buang air kecil, cara membersihkan organ vital yang kurang tepat, maupun pola makan yang kurang baik. Namun, tidak ada salahnya mewaspadainya sebagai salah satu ciri-ciri miom, apalagi jika dibarengi dengan adanya gangguan pada menstruasi dan nyeri, seperti yang telah disebutkan di atas.

Tanda dan Gejala Lain yang Mengancam Jiwa

Meskipun jarang, miom dapat memicu sejumlah gejala yang dapat membahayakan nyawa penderitanya. Terdapat ciri-ciri miom yang membuat seseorang harus segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat. Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda atau keluarga Anda mengalami pendarahan masif yang disertai dengan nyeri hebat pada perut, pinggang, atau punggung bawah, sulit bernafas atau nafas pendek-pendek, pusing atau pingsan, denyut nadi cepat, wajah pucat, dan tampak bingung atau hilang kesadaran (yang mungkin akibat darah yang terlalu banyak keluar).

Tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter apabila Anda merasakan gejala miom, bahkan meskipun ternyata tidak ada miom dalam rahim Anda (seperti sebuah ungkapan dalam bahasa Inggris, “better safe than sorry“, yang kurang lebih artinya adalah lebih baik untuk waspada daripada menyesal di kemudian hari). Hal ini karena miom dapat memicu pada komplikasi yang tidak dapat kita anggap remeh, seperti misalnya keguguran atau masalah kesuburan.

Miom umumnya tidak mempengaruhi proses pembuahan sel telur oleh sel sperma. Namun, sangat mungkin bagi miom, terutama mioma submukosal (miom yang tumbuh dalam rongga rahim), untuk menyebabkan adanya masalah kesuburan (infertilitas) atau keguguran pada kehamilan. Miom juga meningkatkan resiko seorang wanita untuk mengalami komplikasi kehamilan seperti abruptio placentae (lepasnya plasenta dari dinding rahim), pertumbuhan janin yang tidak sempurna sehingga janin lahir dengan berat lahir rendah, atau kelahiran prematur.

Ciri-ciri miom beserta komplikasinya telah kita ketahui. Sekarang kita akan membahas sedikit mengenai faktor resiko miom. Selain faktor resiko yang beberapa sudah disebutkan sebelumnya, terdapat faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi munculnya miom, antara lain genetik atau keturunan. Maksudnya adalah, apabila ibu atau saudara perempuan kandung Anda pernah menderita miom, resiko Anda untuk juga menderita miom akan meningkat.

Faktor lingkungan disebut-sebut juga berpengaruh terhadap munculnya miom, seperti: menstruasi pertama pada usia yang relatif dini, penggunaan pil KB sebagai metode kontrasepsi, kurangnya vitamin D, sering mengkonsumsi daging merah tanpa diimbangi dengan buah-buahan dan sayuran hijau yang cukup, dan mengkonsumsi alkohol.

Demikian artikel yang dapat kami sajikan tentang ciri-ciri miom, komplikasi yang dapat ditimbulkan dan beberapa faktor resiko. Mengingat tanda dan gejala miom dapat berkembang menjadi sesuatu yang mengancam keselamatan penderitanya, dan komplikasi yang ditimbulkan tidak dapat kita pandang sebelah mata, ada baiknya kita menjaga pola hidup dan meningkatkan kewaspadaan kita agar tidak terserang miom. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *