invisible hit counter

Berbagai Penyebab Janin Tidak Berkembang yang Perlu Diwaspadai

Berbagai Penyebab Janin Tidak Berkembang yang Perlu DiwaspadaiSebagai seorang wanita yang ingin memiliki momongan penting bagi anda untuk mengetahui apa saja penyebab janin tidak berkembang sehingga dapat menghindari keadaan ini. Banyak hal dapat menjadi faktor penyebab janin di dalam kandungan anda tidak berkembang, baik karena masalah genetik bawaan pada sang janin maupun disebabkan oleh penyakit yang menyerang sang ibu saat hamil. Dalam dunia kedokteran janin yang tidak berkembang dinilai melalui sejumlah pemeriksaan yang dilakukan selama kehamilan, inilah sebabnya sangat penting bagi wanita hamil untuk memeriksakan kandungannnya secara teratur.

Kondisi janin tidak berkembang yang terjadi pada usia kurang dari 20 minggu sering kali dihubungkan dengan istilah aborsi. Hal ini mungkin disebabkan karena kondisi janin yang tidak berkembang hampir selalu tidak dapat dipertahankan dan berujung dengan keguguran. Di dalam artikel ini kami akan menyajikan sejumlah kondisi yang sering menjadi penyebab janin tidak berkembang, mari kita simak bersama-sama!

Daftar Penyebab Janin Tidak Berkembang yang Sering Ditemui.

Janin tidak berkembang merupakan salah satu masalah dalam kehamilan usia muda yang belum banyak disadari oleh pasangan suami istri. Kondisi janin tidak berkembang sebenarnya dapat dideteksi melalui sejumlah pemeriksaan seperti USG, hanya saja pemeriksaan USG belum tersebar merata di seluruh pelosok negeri. Untuk itu mari kita lihat pembahasan mengenai kondisi-kondisi yang cukup sering menjadi penyebab janin tidak berkembang di bawah ini.

  • Blighted ovum

Penyebab janin tidak berkembang pertama yang akan kita bahas adalah blighted ovum atau yang dikenal dengan istilah kehamilan kosong. Blighted ovum merupakan suatu kondisi kehamilan dimana tidak ada perkembangan embrio setelah proses pembuahan yang terjadi didalam tubuh ibu dan hanya menyisakan kantung janin saja.

Penyebab janin tidak berkembang dalam hubungannya dengan kondisi blighted ovum ini merupakan masalah genetik yang secara tidak langsung adalah tanggung jawab orang tua. Kualitas sel telur dan juga sperma yang buruk menjadi salah satu alasan gangguan ini dan untuk itu sebagai calon orang tua, anda perlu menjaga asupan nutrisi dan kebugaran dengan tidak mengkonsumsi alkohol atau rokok.

Blighted ovum sendiri sebenarnya dapat dideteksi saat anda memeriksakan kehamilan dengan menggunakan USG. Kondisi blighted ovum dapat menyebabkan seorang wanita hamil mengalami perdarahan disertai rasa sakit serta kram pada daerah rahim. Jika anda mengalami hal ini tidak perlu panik, segera cari pertolongan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Tindakan utama yang akan dilakukan untuk mengatasi kondisi perdarahan yang disebabkan oleh blighted ovum adalah kuretase oleh dokter spesialis kandungan.

  • Infeksi

Selama kehamilan seorang wanita sangat rentan mengalami infeksi sejumlah virus dan parasit seperti Toxoplasma, virus Rubella, Citomegalovirus dan virus Herpes simpleks (TORCH). Infeksi dari sejumlah virus dan parasit yang sudah disebutkan ini diketahui berakibat fatal pada kehamilan dan merupakan salah satu penyebab janin tidak berkembang saat hamil.

Infeksi toxoplasma disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, infeksi ini akan menimbulkan gejala ringan serupa gejala influenza pada penderitanya. Namun hal ini akan sangat berbeda jika terjadi pada wanita hamil, infeksi Toxoplasma dapat menimbulkan keguguran atau kelahiran bayi dengan sejumlah kekurangan seperti gangguan penglihatan dan pendengaran, retardasi mental bahkan gangguan otak.

Berikutnya adalah infeksi virus Rubella yang dikenal sebagai campak jerman, infeksi virus yang satu ini dapat menyerang siapa saja dan menimbulkan gejala berupa ruam merah di kulit. Akan tetapi jika virus ini menginfeksi seorang wanita hamil maka janin di dalam kandungannya dapat mengalami Congenital Rubella syndrome (CRS) dimana sang bayi akan lahir dengan beberapa kelainan seperti kelainan jantung bawaan, ukuran kepala yang kecil, gangguan penglihatan juga pendengaran dan kemungkinan terburuk adalah keguguran yang terjadi saat kehamilan.

Selanjutnya adalah infeksi Citomegalovirus dan juga virus Herpes simpleks yang berada dalam 1 golongan virus yang sama. Sama halnya dengan virus juga parasit sebelumnya, kedua jenis virus ini berpotensi menyebabkan gangguan dalam kehamilan anda serta menjadi salah satu penyebab janin tidak berkembang. Namun anda tidak perlu khawatir saat ini dunia kedokteran sudah mampu mendeteksi infeksi virus dan juga parasit di atas, sehingga anda bisa memeriksakan diri guna mengetahui apakah anda mengalami infeksi ini atau tidak saat sedang hamil.

  • Gangguan darah

Selanjutnya penyebab janin tidak berkembang yang juga mulai banyak ditemui adalah sebuah kelainan darah yang dialami oleh wanita hamil. Kelainan darah ini dikenal dengan istilah trombofilia, dimana darah penderitanya memiliki kecenderungan untuk mengalami pembekuan dan hal ini bila dialami oleh seorang wanita hamil maka janin yang dikandung tidak akan berkembang. Penderita trombofilia sering kali mengeluhkan keguguran berulang, jika anda mengalami hal seperti ini segera periksakan diri anda ke dokter.

  • Masalah genetik

Penyebab janin tidak berkembang yang juga sering ditemui pada wanita hamil adalah masalah genetik dimana setelah melalui tahap pembuahan, janin tersebut justru tidak berkembang. Penyebab kondisi kelainan genetik ini berasal dari kualitas sperma ayah dan juga sel telur sang ibu, begitu kualitas kedua sel ini tidak optimal maka janin tidak bisa berkembang dengan baik. Seperti sudah disebutkan sebelumnya pasangan suami-istri harus mempersiapkan proses kehamilan ini dengan serius, bila perlu pasangan usia subur ini bisa melakukan pemeriksaan ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memiliki momongan.

  • Ibu merokok

Selanjutnya penyebab janin tidak berkembang adalah gaya hidup ibunya yang buruk baik sebelum hamil maupun saat hamil. Merokok saat hamil dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan bayi di dalam kandungan dan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berbagai kecacatan.

  • Kurang asupan asam folat

Penyebab janin tidak berkembang yang terakhir akan dibahas adalah kurangnya asupan asam folat saat seorang wanita menjalani masa hamil terutama pada trimester awal kehamilan. Asupan asam folat sangat penting bagi perkembangan otak dan juga sistem saraf seorang bayi, untuk itulah asupan asam folat dianjurkan untuk dipenuhi bahkan sebelum anda hamil. Asupan asam folat bisa didapatkan dari sejumlah makanan seperti kacang hijau dan juga sayur-sayuran seperti bayam, selada, kubis dan brokoli, selain itu asam folat ini juga dapat diberikan dalam bentuk suplemen.

Demikianlah artikel mengenai sejumlah penyebab janin tidak berkembang yang bisa kami bagikan, sebagai pasangan suami-istri yang ingin mempersiapkan kehadiran sang buah hati anda harus mempersiapkanya dengan baik dan serius. Asupan nutrisi yang sehat juga bergizi dan gaya hidup yang sehat (tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol) menjadi kunci utama untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Tidak lupa diingatkan pentingnya pemeriksaan pada masa kehamilan yang rutin sehingga anda bisa mengetahui perkembangan sang buah hati selama berada di dalam kandungan. Akhir kata semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita bersama mengenai penyebab janin tidak berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *