invisible hit counter

Berbagai Penyebab Berak Darah yang Wajib Anda Hindari!

Berbagai Penyebab Berak Darah yang Wajib Anda Hindari!Penyebab berak darah dapat berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Penyebab tersebut dapat berupa hal yang ringan, tetapi ada juga karena sebab yang berat. Berak darah dapat dialami oleh siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa. Bagi Anda yang baru pertama kali mengalami berak darah pasti merasa takut dan was-was karena khawatir terjadi sesuatu yang berbahaya di dalam tubuh Anda. Sebaiknya Anda jangan langsung panik jika Anda mengalami berak darah. Perhatikan dengan seksama apakah Anda benar-benar mengeluarkan darah bersama feses Anda ataukah hanya warnanya saja yang berubah menjadi agak merah karena mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Sebab ada juga makanan yang dapat menyebabkan feses menjadi berwarna merah, seperti akar manis, bit merah, coklat, suplemen zat besi, dan obat-obatan tertentu.

Jika setelah Anda perhatikan ternyata dalam feses Anda benar-benar terdapat darah, maka Anda perlu memperhatikan faktor penyebabnya. Berak darah berdasarkan warna fesesnya dapat dideteksi apakah berasal dari saluran pencernaan bagian atas maupun bagian bawah. Penyebab berak darah yang berasal dari saluran pencernaan bagian atas dapat dilihat dari feses yang berwarna gelap (merah kehitaman). Hal ini disebabkan karena darah telah melewati bagian usus halus dan usus besar sehingga telah mengalami proses oksidasi hemoglobin sehingga feses berwarna gelap. Kondisi ini dalam istilah medis sering disebut sebagai melena. Sedangkan perdarahan yang berasal dari saluran pencernaan bagian bawah, feses berwarna merah terang. Perdarahan ini biasanya terjadi di bagian usus besar atau di rektum. Kondisi ini dinamakan hematochezia.

Hal-Hal yang Dapat Menjadi Penyebab Berak Darah

Terjadinya berak darah dapat diakibatkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut dapat merupakan penyebab ringan, tetapi dapat pula suatu penyakit yang bersifat akut maupun kronis. Anda perlu waspada jika mengalami berak darah, tetapi tidak usah panik. Berbagai penyebab berak darah yaitu sebagai berikut:

  1. Feses yang terlalu keras

Feses yang terlalu keras, atau yang sering disebut dengan sembelit atau konstipasi, sangat umum menjadi penyebab berak darah. Feses yang keras dapat melukai bagian usus besar terutama pada daerah rektum sehingga menimbulkan perdarahan. Darah yang keluar akibat feses yang keras ini biasanya berwarna merah segar karena perlukaan terjadi pada saluran pencernaan bagian bawah. Feses yang terlalu keras biasanya diakibatkan karena kurangnya konsumsi serat dan cairan dalam tubuh.

  1. Wasir atau ambeien

Wasir atau ambeien merupakan suatu kondisi dimana terjadi pelebaran pada pembuluh darah di anus. Wasir seringkali menjadi penyebab berak darah sebab pembuluh darah yang membesar tersebut mudah mengalami perlukaan terutama ketika dilewati oleh feses sehingga timbullah perdarahan. Orang yang mengalami wasir biasanya mengalami rasa nyeri dan rasa tidak nyaman terutama ketika duduk dan buang air besar. Ada beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya wasir, antara lain terlalu seringnya mengalami sembelit atau konstipasi, yang menyebabkan penderitanya akan sering mengejan ketika buang air besar dan lama-kelamaan akan membuat pembuluh darah di anus semakin lebar dan membengkak sehingga menjadi wasir.

Selain itu, wasir juga dapat dipicu oleh berbagai faktor antara lainakibat masalah penuaan, kelebihan berat badan (obesitas), penyakit diare yang berkepanjangan, dan terlalu banyak duduk tanpa diimbangi dengan pergerakan fisik (olahraga). Wasir juga dapat diakibatkan karena hubungan seksual yang tidak wajar, misalnya akibat melakukan hubungan melalui anus (anal sex). Darah yang keluar akibat wasir juga berwarna merah segar.

  1. Penyakit maag kronis

Penyakit maag yang berlangsung kronis ternyata juga dapat menjadi penyebab berak darah, sebab produksi asam lambung yang berlebihan lama kelamaan akan menggerus dinding lambung sehingga memicu perlukaan di lambung dan terjadilah perdarahan. Darah akibat luka di lambung ini akan dikeluarkan bersama feses. Darah yang keluar bersama feses yang ditimbulkan oleh maag kronis warnanya gelap atau merah kehitaman, sebab perdarahan berasal dari saluran pencernaan bagian atas.

  1. Divertikulitis

Divertikulitis adalah peradangan pada satu atau lebih divertikula (lapisan luar yang terdiri dari kantung-kantung) dalam saluran pencernaan. Divertikulitis berbentuk seperti kantung kecil yang menggelembung yang pada umumnya terjadi di usus besar. Peradangan ini dapat menyebabkan perdarahan di usus besar sehingga dapat menyebabkan buang air besar berdarah. Divertikulitis dapat disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada usus besar, tinja yang terperangkap di divertikula sehingga memicu peradangan, atau karena faktor penuaan yang mengakibatkan penurunan fungsi divertikula usus.

  1. Penyakit inflamasi usus

Penyebab berak darah yang berikutnya yaitu karena adanya penyakit inflamasi usus. Penyakit inflamasi atau peradangan pada usus yang sering mengakibatkan perdarahan yaitu penyakit crohn dan kolitis ulseratif. Penyakit ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga menimbulkan peradangan yang memicu terjadinya perdarahan di usus. Perdarahan di usus ini juga dapat dipicu oleh alirah darah terbatas (iskemia) di usus besar sehingga menimbulkan berak darah.

  1. Kanker usus besar

Kanker usus besar juga dapat menyebabkan terjadinya berak darah. Kanker usus besar merupakan jenis kanker yang menyerang usus besar. Gejala kanker usus besar antara lain berupa keluarnya darah bersama feses, berubahnya tekstur kepadatan feses, nyeri pada perut, perut kembung, badan mudah lelah, dan penurunan berat badan. Timbulnya kanker usus diakibatkan oleh pertumbuhan sel di area tubuh tertentu yang tidak terkendali dan merusak jaringan di sekitarnya. Pada mulanya, kanker usus besar diawali dengan adanya gumpalan sel pada lapisan usus bagian dalam kemudian menjalar dan menghancurkan sel-sel lain di dekatnya.

Faktor risiko yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker ini yaitu konsumsi makanan yang bersifat karsinogenik, konsumsi lemak yang berlebihan, faktor genetik, faktor penuaan, merokok, konsusmsi alkohol, dan menderita penyakit gangguan pencernaan yang bersifat kronik.

  1. Sirosis hati

Sirosis hati adalah penyakit hati kronis yang ditandai dengan kerusakan sel-sel hati. Pada sirosis terjadi perubahan struktur hati dimana hati diliputi oleh jaringan parut dan benjolan-benjolan keras sehingga menghambat aliran darah menuju hati. Adanya hambatan aliran darah di hati ini memicu peningkatan aliran darah di sekitar hati sehingga menimbulkan varises. Varises sering terjadi di kerongkongan dan di lambung. Jika tekanan pada varises semakin besar maka dapat mengakibatkan perdarahan yang berupa muntah darah atau berak darah. Berak darah yang terjadi akibat sirosis ini warnanya gelap atau yang sering disebut sebagai melena.

Untuk penyebab berak darah yang disebabkan oleh sesuatu yang masih bersifat ringan maka Anda dapat mengatasinya dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. Makanan yang banyak mengandung serat sebagian besar terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Jadi selalu sediakan buah dan sayur dalam menu harian Anda agar dapat memperlancar pencernaan sehingga mengurangi risiko terjadinya berak darah akibat feses yang terlalu keras. Selain itu untuk melancarkan pencernaan, perbanyaklah konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari. Melakukan aktivitas olahraga dan menghindari terlalu banyak duduk juga meminimalkan risiko terjadinya berak darah akibat wasir. Jika Anda sering mengalami berak darah sebaiknya konsultasikan kepada dokter agar dapat dicari penyebabnya dan dapat ditangani lebih dini sehingga tidak terjadi kondisi yang semakin parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *