invisible hit counter

Apa Saja Gejala HIV pada Wanita? Waspadai yang Berikut Ini

Previous 1 2
  1. Gangguan pada sistem pencernaan

Gejala HIV pada wanita seringkali ditunjukkan dengan adanya gangguan pada sistem pencernaan. Gangguan ini biasnya berupa terjadinya diare yang berlangsung kronis atau susah sembuh. Dengan kondisi ini maka tubuh penderitanya sangat berisiko mengalami kekurangan nutrisi berat. HIV juga dapat ditandai dengan munculnya sariawan di banyak tempat dan sukar sembuh. Hal ini disebabkan akibat menurunnya kekebalan tubuh manusia karena serangan virus HIV.

  1. Penurunan berat badan

Seseorang yang terinfeksi virus HIV biasanya menunjukkan gejala penurunan berat badan. Penurunan berat badan pada penderita HIV terjadi sangat signifikan, yaitu sekitar 10% dari berat badannya dan akan terus menurun seiring dengan bertambah parahnya perjalanan penyakit. Sehingga jika semakin parah, tubuh penderita HIV terlihat kurus kering.

  1. Mudah tertular penyakit

Gejala HIV pada wanita yang berikutnya yaitu mudah tertular penyakit. Sebagaimana kita ketahui, bahwa HIV menyerang sistem pertahanan tubuh manusia. Sehingga jika sistem pertahanan tubuh seseorang sudah lumpuh maka akan mudah sekali terserang dan tertular berbagai penyakit. Hal inilah yang justru membahayakan penderita HIV, sebab banyak sekali infeksi penyakit yang lama kelamaan bersarang di tubuhnya sehingga menimbulkan komplikasi yang semakin parah. Penyakit yang mudah menular ke penderita HIV, misalnya penyakit TBC, infeksi saluran kencing, influenza, pneumonia, toksoplasmosis, meningitis, dan sebagainya.

  1. Pembengkakan kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening juga merupakan gejala HIV pada wanita yang disebabkan akibat rusaknya sistem pertahanan tubuh. Kelenjar getah bening merupakan sarana transportasi pengangkut sel darah putih. Sehingga jika terjadi gangguan kekebalan tubuh maka dimanifestasikan dengan terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening. Infeksi HIV juga dapat memicu terjadinya limfoma (kanker kelenjar getah bening).

  1. Demam

Terjadinya demam merupakan respon alamiah tubuh akibat masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Begitu juga dengan kasus HIV, di mana ketika virus HIV masuk ke dalam tubuh maka tubuh pun akan memberikan respon berupa demam. Demam di sini ditandai dengan panas tinggi, yang biasanya disertai dengan gejala sakit kepala, nyeri otot dan persendian, mudah lelah, serta penurunan nafsu makan.

Di samping mengetahui gejala HIV pada wanita seperti yang telah dipaparkan di atas, hal yang sangat penting adalah langkah pencegahan agar terhindar dari virus HIV. Langkah pencegahan tersebut antara lain yaitu dengan dengan menghindari perilaku berganti-ganti pasangan, setia kepada pasangannya masing-masing, menjauhi narkoba, dan jika melakukan tranfusi darah pastikan bahwa darah yang diterima bebas dari virus HIV dengan alat tranfusi yang steril. Selain itu juga penting melakukan tes/skrining HIV untuk calon pengantin dan ibu hamil muda. Hal ini ditujukan agar setiap wanita hamil maupun calon wanita hamil apabila menderita HIV dapat terdeteksi secara dini sehingga dapat memperkecil risiko penularan penyakit HIV dari ibu kepada bayinya. Sosialisasi tentang bahaya HIV/Aids dan cara pencegahannya harus terus digalakkan mengingat kasus penyakit ini terus meningkat dan merupakan ancaman terhadap kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun di dunia.

Previous 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *