invisible hit counter

Apa Itu Laju Endap Darah Tinggi (LED) dan Apa Penyebabnya?

Apa Itu Laju Endap Darah Tinggi (LED) dan Apa Penyebabnya?Anda pasti pernah tidak sengaja memeriksakan darah dan menemukan hasil berdasarkan nilai rujukan laboratorium keadaan dimana Anda memiliki laju endap darah tinggi. Laju endap darah atau yang dalam bahasa inggris disebut dengan Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) adalah kecepatan yang dibutuhkan oleh sel-sel darah merah untuk mengendap di dalam tabung uji dengan satuan mm/jam di bawah pengaruh gravitasi. Sejarah dari uji LED ini adalah pertama kali ditemukan pada tahun 1987 oleh seorang dokter dari Polandia bernama Edmund Faustyn Biernacki.

Uji LED dilakukan dengan menggunakan 2 metode pemeriksaan yakni metode Westergen dan metode Wintrobe, namun dalam perkembangannya International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) lebih menganjurkan penggunaan metode Westergen karena memiliki hasil yang lebih meyakinkan. Namun apakah makna klinis dari pemeriksaan laju endap darah ini dan apa saja penyebab laju endap darah tinggi? Mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Apa Makna Klinis dari Laju Endap Darah Tinggi?

Laju endap darah tinggi tentu akan membuat anda khawatir sekalipun anda tidak mengetahui makna dari hasil pemeriksaan tersebut. Berdasarkan nilai acuan pemeriksaan LED dengan menggunakan metode Westergen rujukan normalnya adalah 0-10 mm/jam untuk laki-laki dan 0-15 mm/jam untuk perempuan. Sejumlah penelitian menemukan bahwa faktor dasar yang mempengaruhi pemeriksaan laju endap darah adalah kadar fibrinogen darah.

Fibrinogen merupakan salah satu protein yang diproduksi di dalam hati dan berperan penting dalam proses pembekuan darah. Pemeriksaan LED sebenarnya merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium darah yang sering dilakukan karena alasan praktis dan murah, namun penggunaannya kurang begitu diperhitungkan karena hasil yang ditunjukan kurang spesifik terhadap suatu penyakit dan sangat dipengaruhi oleh berbagai kondisi di dalam tubuh manusia.

Kesimpulan yang bisa diambil seorang klinisi jika menemukan laju endap darah yang tinggi dengan memperhatikan keluhan seorang pasien adalah adanya suatu proses peradangan akut ataupun kronis, adanya suatu proses degeneratif (penurunan fungsi organ) ataupun suatu proses kematian sel di dalam tubuh orang tersebut. Namun perlu diingatkan kembali bahwa laju endap darah bukan merupakan respon spesifik dari suatu penyakit dan juga kerusakan sel di dalam tubuh, maka anda perlu memperhatikan beberapa kondisi yang bisa mempengaruhi perubahan hasil pemeriksaan LED ini yang akan kami bahas selanjutnya.

Faktor-Faktor Penyebab  Laju Endap Darah Tinggi

Setelah kita melihat makna klinis dari pemeriksaan laju endap darah yang memang tidak begitu spesifik, sekarang anda perlu mengetahui sejumlah faktor yang ikut berperan dalam mempengaruhi hasil pemeriksaan karena dapat meningkatkan nilai laju endap darah.

  • Usia tua

Faktor penyebab laju endap darah tinggi yang pertama akan kita bahas adalah usia. Pada usia tua laju endap darah seseorang menjadi lebih tinggi, acuan penilaian terhadap laju endap darah pada usia senja ini juga berubah. Seorang laki-laki dengan usia di atas 50 tahun acuan LED normal berada pada kisaran 0-20 mm/jam, sedangkan pada perempuan berusia di atas 50 tahun acuan yang digunakan adalah 0-30 mm/jam.

  • Wanita hamil

Faktor penyebab laju endap darah tinggi berikutnya adalah kondisi hamil yang dialami oleh perempuan. Pada wanita hamil sering kali ditemui hasil pemeriksaan LED yang tinggi, hal ini disebabkan oleh sejumlah hal. Yang pertama, seperti sudah disebutkan sebelumnya hasil pemeriksaan LED erat hubungannya dengan kadar fibrinogen di dalam darah. Pada wanita hamil terjadi peningkatan produksi fibrinogen, selain itu pada wanita hamil terdapat peningkatan volume cairan di dalam pembuluh darah sehingga laju endap darah menjadi lebih tinggi.

  • Penyakit anemia

Penyakit anemia atau kurang darah sering kali dikaitkan dengan laju endap darah yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh perbandingan jumlah sel darah merah yang lebih sedikit dibandingkan dengan cairan plasma di dalam pembuluh darah, dan kondisi tersebut menyebabkan kecepatan aliran sel darah merah meningkat.  Selain itu, sebuah kondisi anemia makrositik dimana ukuran sel darah merah menjadi lebih besar juga dapat meningkatkan laju endap darah.

  • Infeksi

Berikutnya penyebab laju endap darah tinggi adalah penyakit infeksi yang terjadi di dalam tubuh. Laju endap darah sering digunakan sebagai tes laboratorium darah guna mengecek acute phase reactant, sebuah substansi di dalam darah yang akan meningkat sebagai respon terhadap infeksi, trauma, kerusakan sel-sel tubuh, sejumlah kanker, luka bakar dan bahkan sebagai respon terhadap sebuah operasi.

Pemeriksaan LED terhadap kondisi-kondisi tersebut di atas masih merupakan salah satu pemeriksaan terbaik yang dilakukan, akan tetapi sejumlah penelitian menyatakan bahwa pemeriksaan LED merupakan tes yang dapat menggambarkan respon fase akut sebuah penyakit setelah 24 jam pertama. Untuk itu selama 24 jam pertama respon fase akut dianjurkan sebuah pemeriksaan lain yang lebih baik yakni pemeriksaan C-reactive protein. Hanya saja pemeriksaan C-reactive protein ini lebih mahal dan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan pemeriksaan LED.

  • Proses radang

Laju endap darah tinggi juga dapat ditemukan dalam proses radang (inflamasi) yang terjadi di dalam tubuh manusia apapun penyebabnya baik infeksi maupun non infeksi. Hal ini disebabkan oleh respon inflamasi dimana tubuh kita akan meningkatkan pembentukan fibrinogen dan berujung pada  peningkatan laju endap darah.

  • Faktor teknis

Selain sejumlah kondisi kesehatan yang disebutkan di atas, faktor teknis juga dapat menjadi penyebab laju endap darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain berhubungan dengan masalah pengenceran, peningkatan suhu dari bahan pemeriksaan dan juga miringnya tabung yang digunakan pada pemeriksaan laju endap darah ini. Untuk itulah hasil dari pemeriksaan LED ini perlu dicocokkan kembali dengan kondisi klinis yang dialami oleh orang yang diperiksa.

Pemeriksaan LED sebenarnya dapat  menjadi salah satu tes dalam menegakkan diagnosis penyakit seperti arteritis temporal dimana terjadi peningkatan sangat ekstrim dari LED (>100 mm/jam). Penyakit ini merupakan salah satu penyakit radang yang hebat dimana penderitanya dapat mengeluhkan sakit kepala, gangguan penglihatan dan nyeri di wajah. Selain itu pemeriksaan LED sampai saat ini masih menjadi pilihan untuk menilai perkembangan penyakit seperti arteritis temporal, inflammatory arthritis juga sejumlah infeksi dan responnya terhadap terapi.

Demikianlah sejumlah kondisi yang sering kali dicurigai menjadi penyebab laju endap darah tinggi dari hasil pemeriksaan laboratorium. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, pemeriksaan LED sebenarnya bukan merupakan pemeriksaan yang spesifik terhadap suatu kondisi sehingga hasil LED yang tinggi harus tetap dihubungkan dengan kondisi klinis dari keluhan dan juga hasil pemeriksaan fisik seseorang. Oleh karena itu, jika melihat hasil pemeriksaan darah anda dan menemukan peningkatan LED janganlah panik! Periksakan diri anda ke dokter dan mintalah penjelasan akan hal tersebut, akhir kata semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *